HTS : Bukan Hubungan Tanpa Status tetapi Health Tracking System

August 3rd, 2011 Sopyan Haris No comments

Surabaya, 3 Agustus 2011 | Estimasi Baca 5 Menit

HTS : Health Tracking System

Oleh : Sopyan Haris

1.
Anak Gaul bilang HTS adalah Hubungan Tanpa Status yang artinya pacaran ngga tapi kok akrab, dalam bahasa lain TTM (Teman Tapi Mesra).

2.
Dalam dunia bisnis unggas, kita juga mengenal istilah HTS, tetapi pengertian di sini adalah bukan “Hubungan Tanpa Status” melainkan “Health Tracking System”.

3.
Dari namanya kita bisa melihat apa, dan untuk apa HTS dilakukan pada bisnis unggas, khususnya lini budidaya.

4.
HTS adalah salah satu metode untuk mengukur atau mengevaluasi status kesehatan pencernaan dan pernafasan ayam, baik ayam broiler maupun ayam layer.

5.
HTS dilakukan dengan membedah beberapa sampel ayam yang sehat dalam 1 flock ayam yang dipelihara. Pengamatan dilakukan pada beberapa organ yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan pernafasan.

6.
Saat pengamatan diamati beberapa kondisi organ dan diberi skor untuk selanjutnya ditabulasi ke dalam sebuah form skoring HTS.

7.
HTS sebaiknya diamati secara periodik minimal umur 3 minggu, 6 minggu dan 9 minggu pada ayam dara petelur (pullet).

8.
Pada ayam broiler, HTS dapat dilakukan setelah umur 21 hari. Sedangkan pada ayam layer dapat dilakukan pada umur 20 minggu, 23 minggu, 35 minggu dan 38 minggu.

9.
HTS sebaiknya dilakukan di farm yang bersangkutan oleh Manager farm dengan bimbingan dokter hewan untuk dapat langsung membuat kesimpulan hasil pengamatan.

10.
Dari skoring yang tercatat pada form, selanjutnya dihitung angka status kesehatan pencernaannya, dibuat kesimpulan dan direkomendasikan tindakan apa yang selanjutnya harus dilakukan.

11.
Dari skoring HTS tersebut bisa dijadikan indikator bagaimana kondisi dalam kandang ayam tersebut, dari aspek litter, ventilasi, kadar amoniak dan status cocci maupun enteritic-nya.

Demikian seklumit tentang metode Health Tracking System dalam bisnis ayam di Indonesia.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Bagaimana Memandang Kualitas DOC

August 2nd, 2011 Sopyan Haris No comments

Surabaya, 5 Juni 2011. Estimasi Baca 5 menit.

Bagaimana Memandang Kualitas DOC

Oleh: Sopyan Haris

Dear ALL,
Dari group sebelah ada pertanyaan yang diajukan oleh seorang sahabat bernama Ibu Emilia yaitu : “Mou Nanya… untuk kwalitas DOC yng paling bagus merk apa…? ”

Membaca pertanyaan dari Ibu Emilia, saya mencoba memberikan tanggapan sebagai berikut :

1.
Setiap perusahaan penghasil DOC punya standar kualitas dan standar operating prosedur untuk menghasilkan DOC yang berkualitas bagus. Tetapi pengertian ini tidak serta merta berdampak bahwa sepanjang tahun maupun setiap saat kualitas DOC dari merk tertentu excellent.

2.
Saya kuatir, ketika kita melihat kualitas DOC lalu pikiran kita membandingkan layaknya dengan kualitas kertas, sabun atau mungkin kualitas mobil atau sepeda motor. Maksud saya adalah akan lebih bijak bila kita bicara kualitas DOC jangan disamakan dengan kualitas produk yang berupa benda mati. Apalagi pertanyaan Ibu adalah : “Mou Nanya… untuk kwalitas DOC yng paling bagus merk apa…? ”

3.
Suatu ketika bila kita menerima DOC merk tertentu yang kebetulan “dehidrasi” akibat problem perjalanan dari supplier ke farm kita lalu kita menganggap bahwa DOC merk tersebut kualitas nya jelek, maka itu adalah sebuah analisa yang sangat tidak bijak.

4.
Memandang kualitas DOC menurut saya sebaiknya diawali dengan memperbaiki cara pandang kita terhadap “pengertian kualitas DOC”. DOC merupakan produk berupa bibit makhluk hidup akan tidak sama bila kita komparasikan dengan produk berupa benda mati.

5.
Yang bisa kita lakukan sebagai bahan pertimbangan untuk akhirnya memilih DOC merk apa yang akan kita gunakan, berikut saya sharing pengalaman :

5a.
Kenalilah perusahaan penghasil DOC tersebut (bukan perusahaan distribusinya), pengalaman panjang dari perusahaan tersebut menunjukkan komitmen dari perusahaan tersebut.

5b.
Kenalilah apakah perusahaan tersebut memiliki “layanan purna jual”, adanya layanan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memberikan perhatian terhadap kepuasan peternak.

5c.
Pahamilah bagaimana jalur pembelian DOC merk tertentu tersebut antara Anda hingga perusahaan penghasil DOC. Pengetahuan ini akan sangat membantu manakala di kemudian hari ada permasalahan.

5d.
Yang tidak kalah penting adalah berikan perhatian ekstra pada upaya kita saat DOC akan datang hingga 7 hari DOC berada di farm kita.

6.
Menurut saya, tidak ada satupun perusahaan penghasil DOC di Indonesia yang berani memberikan garansi terhadap kualitas maupun pencapaian performance produksinya. Mereka berusaha memberikan kualitas yang baik dengan diimbangi oleh pelayanan purna jual dan komunikasi dengan peternak.

7.
Karena berbisnis di perunggasan ini menurut saya bukan bisnis bagaimana kita menang sendiri tetapi merupakan bisnis yang diharapkan langgeng dalam jangka panjang yang saling menguntungkan.

Kira-kira demikian yang bisa saya sharing. Untuk mengetahui apa dan bagaimana perunggasan di Indonesia silahkan mampir di BLOG Perunggasan Indonesia atau Tips-Tips Bisnis Ayam di www.BisnisAyamOnline.SopyanHaris.com

Salam,

Posted with WordPress for BlackBerry.

Kultwit Makna Puasa, Ayam, Kesehatan dan Produktifitas

August 2nd, 2011 Sopyan Haris 2 comments

Dear ALL,

Just for sharing Kultwit tentang Puasa, Ayam, Kesehatan dan Produktifitas di mention @SopyanHaris
Sent: Aug 2, 2011 19:58

1.
Ayam saja di-puasa-kan makin produktif, mosok kita kalah sama ayam. #MaknaPuasa

2.
Di ayam, puasa minum 2-3 jam sblm vaksin agar proses vaksin live via drinking water optimal. #MaknaPuasa

3.
Di ayam, puasa makan saat siang yang terik, sangat membantu untuk kurangi Heat Stress selama pemeliharaan. #MaknaPuasa

4.
Di ayam petelur, puasa makan siang hari membantu tingkatkan konsumsi saat sore, shg bsk pagi kualitas telur lbh baik. #MaknaPuasa

5.
Di DOC, puasa lewat intermiten lighting membantu untuk tingkatkan konsumsi pakan umur-umur awal. #MaknaPuasa

6.
Di grower layer, puasa siang hari membantu tingkatkan konsumsi dan memperbesar tembolok untuk persiapan awal bertelur yang baik. #MaknaPuasa

7.
Di ayam petelur, puasa 7 hari saat awal dewasa kelamin membantu meningkatkan berat telur sehingga FCR bisa lbh rendah. #MaknaPuasa

8.
Di ayam breeding, puasa saat awal bertelur membantu memperbesar berat Hatching Egg dan memperbesar berat DOC. #MaknaPuasa

9.
Kita berpuasa, seperti memberi kesempatan organ tubuh untuk istirahat dan recovery untuk masa 11 bulan kedepan. #MaknaPuasa

10.
Kita-pun diharuskan puasa sebelum melakukan cek darah untuk melihat kadar gula darah. #MaknaPuasa

11.
Sebelum pasien dioperasi, beberapa dokter men-syarat-kan pasien untuk berpuasa dahulu. #MaknaPuasa

12.
Itu semua “puasa” dalam arti fisik. Akan sangat bermakna bila diimbangi dengan “puasa” non-fisik. #MaknaPuasa

13.
Saat kita puasa, kita berlatih untuk ikut merasakan susahnya kaum yang kelaparan.

Bagaimana Harga dalam sudut pandang peternak, pedagang dan pabrikan..??

July 15th, 2011 Sopyan Haris No comments

Surabaya, 16 Juli 2011 | Estimasi Baca 5 menit.

Oleh: Sopyan Haris

Dalam waktu 3 minggu terakhir, harga telur ayam mulai terkerek naik. Kenaikan harga ini sepertinya terjadi secara nasional dengan rasio yang berbeda-beda. Kondisi ini merupakan kondisi yang sudah diharapkan sejak lama. Seperti yang diketahui, sebelum kondisi harga komoditas telur ini mulai membaik, harga ditingkat farm hampir selalu berada tidak jauh dari cost produksi per unit-nya. Andaipun posisi harga di atas cost produksi, tetapi kejadiannya tidak terlalu sering dan selisihnya juga cukup tipis. Tetapi dalam 3 minggu terakhir kondisi selisih harga dengan cost produksi lumayan jauh.

Sebuah ironi yang sering terjadi adalah cost produksi tinggi, harga ditingkat farm tidak tinggi tetapi harga ditingkat end user selalu tinggi. Sebuah kondisi yang kadang di luar batas logika berbisnis. Dalam logika berbisnis, kita tentu mengelola Raw Material (bahan baku) berupa sapronak dengan posisi harga tertentu. Anggap nilainya Rp. 10.000. Dengan teknologi produksi, kita berharap nilai ini akan meningkat menjadi Rp 11.000 plus prosentase margin yang kita tetapkan anggap akhirnya cost produksi menjadi Rp. 11.500. Harapannya adalah harga jual berada di atas cost produksi tersebut. Tetapi pada kenyataannya, produk peternakan memiliki sifat yang sangat-sangat elastis, sehingga kejadian harga sangat mungkin berada di bawah cost produksi sehingga terjadi kerugian, atau terjadi juga harga berada jauh di atas cost produksi sehingga tambahan profit luar biasa.

Terkadang saya sempat berfikir bahwa seorang pakar manajemen atau pakar marketing sekelas Hermawan Kertajaya sekalipun, belum tentu mampu memetakan sekaligus membuat satu konsep global dalam domain “Industri Telur Indonesia”. Kondisi di Indonesia, bila boleh saya berpendapat, saat ini memang mengarah pada pasar bebas. Pemerintah pusat sampai daerah sudah tidak memiliki fokus lagi dalam “budidaya” khususnya pada ayam ras petelur maupun ayam ras pedaging.

Kembali pada persoalan harga di atas, kenaikan harga yang terjadi saat ini memiliki sudut pandang dampak yang berbeda pada ketiga posisi : peternak, pedagang dan pabrikan. Tingginya harga telur di tingkat end user bisa mencapai Rp. 17.000 per kg telur. Saat ini untuk membuat 1 kg telur di tingkat farm biayanya sekitar Rp. 12.500 yang meliputi biaya pakan, penyusutan kandang, penyusutan pullet, dan biaya operasional lainnya. Harga di tingkat farm berada pada posisi Rp. 13.500 hingga Rp. 14.000. Artinya ditingkat farm si peternak memiliki potensi profit antara 1000 hingga 1500 per kg telur dengan resiko dia menanggung nilai investasi awal yang cukup besar, ROI yang juga tidak pendek dan rumitnya proses budidaya yang sangat panjang dengan tekanan juga kenaikan harga sarana produksi. Berbeda dengan mereka yang berada di posisi distribusi. Secara kasap mata posisi mereka di distribusi lebih memiliki potensi kemenangan dibandingkan dengan peternak. Saat harga di tingkat farm sdg turun, distribusi cukup sedikit menurunkan harga ke pengecer, tetapi saat harga di tingkat farm naik maka kenaikan di tingkat pengecer sangat luar biasa.

Ada kesan bahwa kenaikan harga telur yang fantastis tidak serta merta dapat dinikmati oleh peternak. Pendapat ini boleh dikatakan sangat betul. Peternak terpaksa harus membeli sapronak dari pabrikan dengan harga yang tidak murah, karena pabrikan selalu berpatot pada fluktuasi harga bahan baku. Tetapi peternak tidak memiliki otoritas dalam menentukan harga jual telur. Harga jual telur ini relatif sangat terpengaruh oleh kondisi pasar dan sangat elastis.

Menunggu campur tangan pemerintah untuk membantu peternak ayam ras seperti halnya menunggu hujan di pulau jawa di bulan Juni, sangat-sangat kecil kemungkinannya, dan boleh jadi tidak akan pernah ada campur tangannya. Yang bisa dilakukan oleh peternak adalah berkreasi. Kreatifitas ini dapat diawali dengan mengubah pola pikir. Tinggalkanlah peran seorang peternak. Beralihlah peran menjadi seorang pebisnis ayam. Perubahan peran ini akan merangsang sel-sel darah dan semangat untuk keluar dari zona keterpurukan. Perubahan peran menjadi pebisnis ayam akan secara automatic (seperti kerja otot polos-mhn koreksi bila salah) mendorong pemikiran menjadi lebih kreatif mengambil peluang-peluang yang ada. Memperpendek jalur dari farm ke end user bisa dilakukan untuk mendapatkan profit maksimal. Memperpendek jalur dari farm ke pabrikan (supplier sapronak) dapat dilakukan dengan membentuk organisasi untuk bisa menekan biaya produksi.

Jadi sekali lagi, saat harga jual komoditas telur/ayam sedang rendah dan berharap ada kekuatan pemerintah untuk turut membantu, menurut hemat saya itu hanya tindakan yang membuang waktu dan energi. Berfikir kreatif, out of the box, menjadi alternatif lain untuk tetap bisa bertahan di Industri Telur.

Semoga tulisan di atas menambah wawasan kita semua.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Pentingnya Persiapan Kandang Ayam Petelur

July 12th, 2011 Sopyan Haris 2 comments

Surabaya, 12 Juli 2011. | Estimasi baca 5 menit.

Pentingnya Persiapan Kandang Ayam Petelur

Oleh : Sopyan Haris

Persiapan kandang merupakan hal yang juga penting harus dilakukan sebelum ayam petelur masuk ke dalam kandang. Persiapan sebaiknya dilakukan secara efektif agar nantinya tidak mengganggu proses manajemen pemeliharaan. Sedapat mungkin seluruh persiapan diselesaikan sebelum ayam masuk ke dalam kandang.

Berikut beberapa foto persiapan kandang ayam petelur yang sering dilakukan di lapangan :

Read more…

Training Awal Calon PPL Bisnis Broiler

July 11th, 2011 Sopyan Haris No comments

Surabaya, 11 Juli 2011. | Estimasi Baca : 5 menit.

Oleh : Sopyan Haris

Untuk kesekian kalinya, pada tanggal 11 Juli 2011 ini kami diberi kepercayaan untuk melakukan training bagi Calon PPL di Bisnis Broiler. Sadar atau tidak, fungsi dan peran mereka cukup berarti sebagai kepanjangtanganan dari penyelenggara bisnis broiler yang bertugas untuk menghubungkan antara Inti dan Plasma.

Setelah melalui rangkaian seleksi, akhirnya masuk pada proses training dari kandidat yang terpiliha. Program training yang dilakukan terdiri atas 4 langkah dasar yaitu:

1.
Pembekalan Materi Bisnis dan Teknis Manajemen Pemeliharaan Broiler. Pada langkah pertama ini, kandidat diberi bekal materi yang cukup sebagai pegangan awal dan pembuka wawasan terkait dengan bisnis dan budidaya.

2.
Training On Farm Masa Brooding. Langkah ke-2 ini dilakukan untuk menekankan bahwa fase brooding sangat penting dalam teknis manajemen pemeliharaan broiler. Pada aktivitas ini, kandidat tinggal di kandang untuk mengikuti secara full kegiatan selama brooding di kandang. Aktivitas ini kira-kira memakan waktu 14 hari.

3.
Training di Lapangan. Langkah ke-3 ini dilakukan untuk mulai mengenalkan tugas dan fungsi kerja PPL dalam bisnis broiler. Kandidat langsung praktek bersama PPL yang sudah bekerja untuk adaptasi awal mengenal dunia kerja PPL. Proses ini dilakukan sekitar 1 bulan.

4.
Evaluasi Hasil Training. Langkah ke-4 ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian atau keberhasilan dari tiap kandidat selama proses training, sekaligus memberikan tambahan materi sebagai bekal untuk selanjutnya terjun langsung sebagai PPL di bisnis broiler.

Berikut tampilan foto dari proses langkah 1 di atas.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Kartu Truf Mencapai Puncak Produksi di Ayam Petelur

May 17th, 2011 Sopyan Haris 2 comments

Mojokerto, 17 Mei 2011, Estimasi Baca 2 Menit.

“9 Kartu Truf” Untuk Mencapai Puncak Produksi Pada Ayam Petelur

Oleh : Sopyan Haris
Konsultan Bisnis Perunggasan Indonesia
Alumni Fakultas Peternakan UGM

Sebelum ayam petelur mencapai puncak produksi, ada beberapa “sangu” yang harus kita berikan pada ayam, yaitu

1.
Pastikan bahwa seluruh program vaksin -termasuk vaksin triple- sudah didapat ayam maksimal umur 15 minggu

2.
Pastikan sudah 23.000 Kcal konsumsi energi hingga umur 20 minggu.

Read more…

Berapa sich produksi telur ayam ras di Indonesia..??

May 15th, 2011 Sopyan Haris 8 comments

Mojokerto, 15 Mei 2011, Estimasi baca 5 menit

Kultwit Produksi Telur Ayam Ras di Indonesia.
Oleh : Sopyan Haris

1.
Met sore tweeps, kini giliran kita coba otak-atik angka produksi telur ayam ras di Indonesia. Semoga bermanfaat.

2.
Produksi telur yang dimaksud adalah telur dari ayam ras strain komersial dan bukan dari ayam kampung, ayam arab maupun itik.

3.
Telur tersebut diproduksi dari strain ayam komersial yang beredar di Indonesia antara lain : strain ISA Brown, Hyline Brown, Lohman Brown, maupun Hisex Brown.

Read more…

Skandal Terbaru China di Industri Peternakan Ayam

May 11th, 2011 Sopyan Haris No comments

Tidak hanya persoalan pesawat Merpati dari China yang bermasalah, ternyata ada skandal terbaru di China yang sudah sampai pada manipulasi di industri peternakan ayam.

Ingin tahu lebih detail, silahkan link URL berikut http://vedm.net/click2?l=QThwh&m=sFgCU&s=6Nk19O

Dishare dari Solo – Jawa Tengah.

Categories: Perunggasan Dunia Tags: ,

Jangan Makan Sayap Ayam, Karena Di Situ Ayam Divaksin – ADALAH BERITA MENYESATKAN

May 10th, 2011 Sopyan Haris 4 comments

Mojokerto, 10 Mei 2011, Estimasi baca 5 menit.

Jangan Makan Sayap Ayam, Karena Di Situlah Ayam Divaksin – ADALAH BERITA MENYESATKAN

Oleh : Sopyan Haris

1.
Beberapa waktu lalu sempat beredar Broadcast Message (BM) di BBM yang isinya adalah ajakan untuk tidak memakan sayap ayam yang katanya karena di sayap ayam lah vaksin dilakukan.

2.
Mendengar isi BM tersebut saya jadi jengah. Saya jadi heran, se”bodoh” itukah orang yang mengirim BM tersebut. Saya beranggapan bahwa BM hanya bisa dilakukan melalui BBM di Blackberry dan saya berasumsi bahwa pengguna Blackberry adalah orang-orang terdidik yang tidak mudah menerima informasi mentah-mentah.

3.
Sebagai orang yang setiap hari “bermain” dengan ayam-ayam, maka saya tergerak untuk menulis artikel ini. Semoga bisa menjadi bahan pencerahan.

Read more…

Categories: Broiler, Pangan Tags: , ,